Archive for the Category »Story «

HIS LOVE, HIS GRACE (CINTA-NYA, RAHMAT-NYA)

Suatu ketika, ada beberapa murid Svami (Svami student) berkata kepada Svami : “Oh Svami, kami sungguh sangat Bahagia! Kami tahu bahwa ini adalah hasil dari purva janma sanskarams-perbuatan baik yang telah kami lakukan pada kehidupan kami sebelumnya dan para leluhur kami yang pada akhirnya mengantarkan kami kehadapanMu Svami.”
Svami mendengarkan semua perkataan tersebut dan kemudian pernyataan ini diikuti oleh orang-orang yang lebih tua yang juga hadir disitu, dan sekarang semua orang berkata, “Svami, kami sesungguhnya tidak melakukan apapun dikehidupan kami saat ini yang pantas kami persembahkan kepadaMu sehingga dapat memuaskanMu Svami!”.

Kemudian, Svami berkata : “Tahukah kalian para pertapa (orang suci) yang duduk di pegunungan Himalaya sana? Beberapa diantaranya sudah melakukan meditasi lebih dari 1000 tahun lamanya! Dan ketika Aku muncul dihadapannya, itu hanya untuk sesaat – terkadang kurang dari 2 menit! Apa yang telah engkau atau keluargamu atau garis keturunanmu lakukan untuk mendapatkan – lupakan 2 menit – tapi hampir semua dari kalian dengan sangat mudah bersama Aku selama berjam-jam lamanya setiap hari! Dan pada hari-hari berikutnya!

Sekarang kami terkaget! Kami yakin bahwa tidak ada apapun yang masing-masing dari kami telah lakukan (sehingga layak mendapatkan Svami) Kemudian Svami berkata : “Ini merupakan keberuntungan kalian bahwa kalian terlahir bersamaan dengan masa dimana Avatar memutuskan untuk turun, merupakan kebaikanmu yang menarikmu kearahKu. Tapi itu berkontribusi (menyumbang) hanya sedikit. Ini semua murni atas RahmatKu sehingga masing-masing jiwa kalian datang menuju Aku! Tidak satupun diantara kalian yang sekarang ada didepanKu pantas bahkan hanya untuk sedetik bersama Svami! Tidak ada satupun diantara kalian yang pantas! Apa yang Aku berikan kepada kalian adalah 1.000.000.000 (SATU MILYAR) kali lebihnya dari apa yang masing-masing dari kalian pantas tuk dapatkan!”.

Dan tentu, Kemudian Svami “tampak” sedikit sedih dan berkata : “Dan tidak ada seorangpun diantara kalian berusaha agar pantas mendapatkan rahmatKu bahkan hanya untuk yang kesemilyar (rahmat yang paling akhir dari 1.000.000.000 (satu milyar) rahmat yang Svami telah berikan)!”.

(Cerita dari Mr. Indreshwar (alumnus Svami college) dapat dibaca english versionnya di http://media.radiosai.org/Journals/Vol_08/01JUL10/05-h2h_special-04.htm)

Category: Story  Comments off

Pelajaran Ilahi Dari Tuhan Sendiri

Ada suatu cerita yang indah yang terjadi pada tahun 1985an. Pada suatu hari ketika semua orang pergi meninggalkan Asrama, untuk menuju sekolah dan institute. Svami datang ke Asrama yang sepenuhnya kosong, Svami menyuruh Shri Radhakrishnan Untuk pergi ke dapur asrama dan bertemu dengan kepala juru masak, Svami kemudian pergi menuju tempat dimana tempat sampah biasa diletakkan dan tempat sampah itu penuh berisi hingga meluap. Svami “tampak” tidak senang dengan kejadian ini, Svami tidak pernah suka melihat sesuatu terbuang-buang, terutama makanan, Svami tidak berkata apa-apa dan tidak ada siapapun yang juga tahu bahwa Svami dating ke asrama.

Beberapa hari kemudian, Svami berkata kepada kepala asrama bahwa Ia akan datang untuk makan malam di asrama. Semua orang sangat-sangat bahagia, tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata, tapi sekaligus membingungkan bahwa Svami datang walaupun sedang tidak ada kegiatan yang besar, tapi semua sangat senang Svami datang…

Setelah beberapa program budaya, Svami duduk untuk makan malam, moment yang paling indah yang terjadi malam itu adalah ketika Svami datang ke asrama, terpisah dari makanan, adalah Svami malam itu berbicara dengan setiap student (murid) dan bertanya kepada setiap student tentang makanan. Setelah itu Svami duduk kembali dia atas singgasana-Nya. Svami duduk dan berbicara dengan kepala asrama kira-kira selama 30 menit, kemudian menjadi 1 jam, Svami tidak pernah tinggal di asrama selama itu kecuali ketika Beliau sedang memberikan Discourse (Wacana),

Svami kemudian berkata bahwa Beliau tidak akan pergi “meninggalkan” asrama sebelum setiap student yang hadir disitu menghabiskan hidangan makan malamnya yang telah dihidangkan di piring mereka masing-masing. Tidak ada seorang pun yang boleh membuang-buang makanan mulai saat itu hingga seterusnya.

Svami meninggalkan asrama pada hari itu setelah 2 jam yang membahagiakan. Svami “menginginkan” agar semua orang agar mengetahui nilai dari makanan dan agar tidak membuang-buang makanan. Sejak saat itu, tidak ada yang membuang-buang makanan lagi…..

WE LOVE YOU SVAMI….

Sumber : http://www.saibaba.ws/experiences1/divine_lessons_from_our_divine_lord.htm

Category: Sai Teachings, Story  Comments off

APAKAH AKU BUKAN AYAHMU?

Ada salah satu student (murid) Svami di Puttaparthi yang pada waktu dia masih kecil, ayah kandungnya telah meninggal dunia. Svami pernah berkata pada ibu kandung murid ini bahwa Beliau akan mengurus anaknya dan kakaknya yang masih bekerja di Parthi. Beliau kemudian memanggil murid itu dan Berkata : “Mulai saat ini, Akulah ayahmu, jika kamu membutuhkan sesuatu, engkau harus memintanya pada-Ku jangan kau ganggu kakak atau ibumu”.

Libur sekolah telah tiba. Sebagian besar murid-murid pulang kerumah mereka masing-masing, dan student yang telah ditinggal mati oleh ayahnya inipun ingin pulang untuk menemui ibunya. Tapi dia tidak mempunyai uang untuk pulang. Ia menyatakan niatnya itu kepada kakaknya dan kakaknya juga pada saat itu sedang tidak memiliki uang untuk perjalanannya pulang. Murid itu sedih, tapi tidak mengungkapkan dan memberitahukannya kepada siapapun. Dia cenderung menyendiri di kamarnya. Pada masa-masa itu, Svami biasanya akan memanggil semuamurid-murid untuk duduk disebelah kanan pintu bhajan ketika bhajan dimulai. Svami akan memberikan Darshan dengan berjalan keluar-masuk ruang bhajan.

Pada suatu hari, Svami datang dan langsung duduk disinggasana Beliau dan memandangi kami, kami kemudian bergegas untuk duduk di depan. Beliau kemudian berdiri dan beranjak menuju pintu ruang interview. Dia kemudia memanggil student yang tidak bias pulang itu untuk mengikuti Beliau. Setelah kurang lebih 5 menit lamanya didalam, student itu keluar dengan bergelimang air mata. Kemudian setelah tiba di ruangan, dia menceritakan kejadian di dalam kepada murid-murid yang lain.

Svami memanggilnya untuk masuk kedalam ruang interview dan bertanya : “Aku telah memberitahumu bahwa jika engkau membutuhkan sesuatu, engkau harus memintanya kepada-Ku. Kenapa engkau pergi kepada kakakmu dan memberikannya masalah? Aku tahu kamu ingin pulang untuk menemui ibumu. Engkau seharusnya meminta pada-Ku. APAKAH AKU BUKAN AYAHMU? Kenapa kemudian engkau ragu untuk bertanya pada-Ku tentang apa yang engkau inginkan?”. Svami kemudian memberinya uang untuk perjalanannya pulang untuk menemui ibunya dan menyuruhnya untuk pergi dan menikmati liburannya dengan bahagia….

Source: http://saiks-reminiscences.blogspot.com/2008/10/am-i-not-your-father.html

Tinkerbell Personal Checks |Garden Planters | Jewellery For Women | Best Dog Foods | Budget Wedding Gowns | Shop For Jewellery | Vintage Jewellery| Diamante Jewellery | Car Finance Credit | DoorStep Loans