P : Oleh karena Organisasi Sathya Sai Seva merupakan organisasi spiritual, apakah peraturan dan tata tertib dibutuhkan?
J : Sebuah organisasi spiritual sesungguhnya adalah melampaui semua peraturan dan tata tertib, alam dari Atma adalah tidak dapat dibatasi dengan suatu tata tertib. Dalam hal ini peraturan juga tidak berarti sama sekali atau menjadi berlebihan di Organisasi Sathya Sai Seva. Tapi setidaknya, untuk memuaskan hukum yang berlaku di daerah (negara) yang berhadapan dengan perkumpulan yang seperti ini, beberapa tata tertib harus dipakai. Sebagai contoh, siapa yang dapat menjadi anggota dari organisasi ini, dan apakah yang menjadi kualifikasinya (syaratnya)? Tentu saja, mereka harus menginginkan kemajuan spiritual. Mereka harus memiliki keyakinan yang penuh dengan Nama yang diemban oleh Organisasi (Sathya Sai) dan dalam menyebarkan Nama tersebut, dengan gaya atau cara yang sesuai dengan Pesan dan Keagungan-Nya. Selain itu, anggota harus mendapatkan pengakuan sebagai orang yang baik. Hanya itu persyaratan yang dibutuhkan, tidak ada yang lain yang harus diperhitungkan.
(Sathya Sai Speaks, Vol VI, halaman 29)
P : Apakah alasan dan manfaat dari peraturan dan tata tertib?
J : DALAM HAL MEMBANTU PARA SADHAKA UNTUK MENCAPAI HASIL INI (PERAIHAN TERHADAP PENGETAHUAN ATAU KEBIJAKSANAAN TENTANG ATMA SEBAGAI INTI ATAU HAKIKAT DARI SETIAP ORANG) MENJADI PERLU UNTUK MENGADAKAN SUATU PERATURAN YANG KERAS DAN PEMBATASAN. Seorang yang sakit tidak dapat ditaklukkan hanya dengan obat saja, diet yang ketat akan makan, minum, dan kebiasaan juga harus ditulis dalam resep dan dilaksanakan. Semuanya “sakit” oleh karena Bhavaroga, perjalanan yang terus menerus dari kematian menuju kelahiran. Pengulangan akan Nama (suci Tuhan) adalah obatnya; tapi, ini harus diikuti dengan cara atau peraturan hidup, pembatasan yang penuh dengan kedisiplinan dan hukum (peraturan). “Na sreyoniyamam vinaa” tidak ada kemajuan spiritual tanpa mengatur disiplin hidup. Sebuah lagu enak didengar oleh telinga hanya jika ada setelan yang konsisten dan waktu yang tepat – raga dan sistem tala. Jadi, bahkan untuk sadhana spiritualmu melalui unit Seva ini, beberapa peraturan disiplin diperlukan dan mereka (peraturan) harus secara ketat (tegas) diikuti. Engkau harus tidak menyimpang dari hal itu.
(Sanathana Sarathi, Januari 1978, halaman 258)
P : Mengapa terdapat begitu banyak pembatasan di dalam organisasi kita Swami?
J : Pembatasan, peraturan dan pengendalian diri merupakan jalan megah yang memimpin menuju tercapainya tujuan Kesadaran akan Diri (Tuhan). Mereka tidak hanya sekedar mengikatmu, untuk membatasi atau mengontrolmu. Setiap orang memiliki Atma. Tapi pikiran mengembara dan menjadi gelisah. Aturan ini haruslah dilekatkan, untuk mengontrol pikiran yang mengembara tersebut. Sebuah pohon muda yang kecil haruslah dijaga dari binatang dengan suatu pagar dari perusakan. Tapi ketika ia menjadi sebuah pohon, setiap binatang yang berusaha untuk menghancurkan atau memakannya, akan mendapatkan perlindungan dan tempat perlindungan dibawah pohon tersebut. Aturan adalah pagar penjaga untuk pikiran kita.
(Seva Dal, Februari 1981, halaman
P : Tidakkah peraturan dan tata tertib menjadi suatu rintangan bagi kebebasan untuk berekspresi didalam sadhana saya?
J : Janganlah kalian resah (cerewet) dan melawan peraturan dan tata tertib yang telah organisasi tentukan bagimu, mereka dibuat adalah untuk kebaikan dirimu sendiri. tata tertib adalah esensi (inti) dari ciptaan. Lautan mematuhi batasannya; angin dan api juga menghormati batasan mereka masing-masing. Tubuh manusia haruslah dipelihara tetap berada pada kehangatan diatas 98.40 Fahrenheit agar terbebas dari demam. Jantung kita harus berdetak dalam jumlah tertentu per menitnya; bernapas harus dilakukan sebanyak 21,600 kali sehari. Lalu bagaimana bisa organisasi lepas dari peraturan dan tata tertib tertentu?.
(Sathya Sai Speaks, Vol X, halaman 45)
P : Bhagawan, tolong beri kami pencerahan agar mengetahui hubungan yang benar antara individu dengan masyarakat.
J : Individu dan masyarakat adalah saling terjalin dan tidak bisa memisahkan diri satu dengan yang lain. Harus ada penerangan bagi keduanya. Gelombang Ananda (kebahagiaan abadi atau terus-menerus) haruslah menggelora keluar dari individu dan memenuhi danau masyarakat, dan kemudian, mengalir menuju lautan Rahmat. Masyarakat hanyalah sebuah sebutan lain bagi suatu group individual; tapi ia tidak memiliki tubuh jasmani. Individu adalah cabang yang memberi makan dan mendukung sang badan yang bernama masyarakat.
Masyarakat membentuk individu, menyediakan tempat bagi perkembangannya dan menetapkan ideal yang harus dia tanamkan dalam dirinya sendiri. Ketika individu menjadi lebih kuat, lebih pintar (lebih intelejen), lebih berpandangan untuk melayani dan lebih efisien sebagai pekerja, masyarakat mendapat keuntungan; ketika masyarakat lebih sadar akan peranan dan kebutuhan untuk membersihkan peran itu dengan segenap kerendahan hati dan kebijaksanaan, individu akan mendapat keuntungan.
Sai telah memutuskan untuk merubah (mentransformasi) individu dan masyarakat dengan mempromosikan generasi yang penuh dengan pengertian ini (para bhakta sejati Tuhan, Sai), dengan tindakan dari seorang (bhakta) kepada orang yang lainnya. Oleh karena itu, formasi dari Organisasi Sai ini dan pendirian dari unit-unit ini dalam semua negara bagian, adalah untuk meningkatkan umat manusia menuju Ketuhanan.
(Sathya Sai Speaks, Vol X, halaman 11)
