Browsing all articles in Organisasi
Aug
14
Comments Off

PETUNJUK BAGI PEKERJA AKTIF DALAM ORGANISASI SRI SATHYA SAI SEVA

Author Ramdas    Category Artikel, Organisasi     Tags


SAI CENTER DAN SAMITHIS (ORGANISASI)

A. MAKSUD DAN TUJUAN
P : Apakah tujuan dari sebuah Sai Center?
J : Engkau harus memiliki kepercayaan yang mantap bahwa tujuan dari Organisasi ini adalah untuk menghilangkan rintangan yang menahan manusia jauh dari Tuhan, yang memisahkan manavathwa dari madhavathwa. Tidak ada manusia; semuanya adalah Ilahi. Organisasi ini haruslah mengangkat manusia menjadi Ilahi.
(Sathya Sai Speaks, Vol VII, halaman 324)

P : Apakah Swami ingin agar kita berusaha untuk mendapaktan lebih banyak bhakta dan untuk membuka lebih banyak center?
J : Aku tidak tertarik atau gembira ketika distrik (daerah) ini atau itu menyatakan bahwa memiliki unit lebih banyak dalam organisasi ini dari pada yang lain. Aku tertarik dalam pekerjaan, dengan hati yang penuh dengan cinta kasih, dalam pelayanan tanpa pamrih. Ada unit yang keberadaannya hanyalah sebatas nama saja. Ada yang lain dimana fungsinya berlawanan dengan tujuan dan ideal awal kita! Daripada membiarkan hal ini terus berlanjut, adalah baik jika mereka ditutup (dihentikan), sesegera mungkin. Lebih baik memiliki 2 atau tiga yang berfungsi dengan baik dibandingkan seratus lainnya yang berfungsi dengan buruk atau sama sekali bahkan tidak berfungsi. 2 ons susu sapi lebih baik dari seketel penuh susu keledai.
(Sathya Sai Speaks, Vol VII, halaman 319)

(Sumber : Buku PETUNJUK BAGI PEKERJA AKTIF DALAM ORGANISASI SRI SATHYA SAI SEVA)

Jul
19
Comments Off

PERLUNYA PERATURAN DAN TATA TERTIB

Author Ramdas    Category Organisasi, Sai Teachings     Tags

P : Oleh karena Organisasi Sathya Sai Seva merupakan organisasi spiritual, apakah peraturan dan tata tertib dibutuhkan?
J : Sebuah organisasi spiritual sesungguhnya adalah melampaui semua peraturan dan tata tertib, alam dari Atma adalah tidak dapat dibatasi dengan suatu tata tertib. Dalam hal ini peraturan juga tidak berarti sama sekali atau menjadi berlebihan di Organisasi Sathya Sai Seva. Tapi setidaknya, untuk memuaskan hukum yang berlaku di daerah (negara) yang berhadapan dengan perkumpulan yang seperti ini, beberapa tata tertib harus dipakai. Sebagai contoh, siapa yang dapat menjadi anggota dari organisasi ini, dan apakah yang menjadi kualifikasinya (syaratnya)? Tentu saja, mereka harus menginginkan kemajuan spiritual. Mereka harus memiliki keyakinan yang penuh dengan Nama yang diemban oleh Organisasi (Sathya Sai) dan dalam menyebarkan Nama tersebut, dengan gaya atau cara yang sesuai dengan Pesan dan Keagungan-Nya. Selain itu, anggota harus mendapatkan pengakuan sebagai orang yang baik. Hanya itu persyaratan yang dibutuhkan, tidak ada yang lain yang harus diperhitungkan.
(Sathya Sai Speaks, Vol VI, halaman 29)

P : Apakah alasan dan manfaat dari peraturan dan tata tertib?
J : DALAM HAL MEMBANTU PARA SADHAKA UNTUK MENCAPAI HASIL INI (PERAIHAN TERHADAP PENGETAHUAN ATAU KEBIJAKSANAAN TENTANG ATMA SEBAGAI INTI ATAU HAKIKAT DARI SETIAP ORANG) MENJADI PERLU UNTUK MENGADAKAN SUATU PERATURAN YANG KERAS DAN PEMBATASAN. Seorang yang sakit tidak dapat ditaklukkan hanya dengan obat saja, diet yang ketat akan makan, minum, dan kebiasaan juga harus ditulis dalam resep dan dilaksanakan. Semuanya “sakit” oleh karena Bhavaroga, perjalanan yang terus menerus dari kematian menuju kelahiran. Pengulangan akan Nama (suci Tuhan) adalah obatnya; tapi, ini harus diikuti dengan cara atau peraturan hidup, pembatasan yang penuh dengan kedisiplinan dan hukum (peraturan). “Na sreyoniyamam vinaa” tidak ada kemajuan spiritual tanpa mengatur disiplin hidup. Sebuah lagu enak didengar oleh telinga hanya jika ada setelan yang konsisten dan waktu yang tepat – raga dan sistem tala. Jadi, bahkan untuk sadhana spiritualmu melalui unit Seva ini, beberapa peraturan disiplin diperlukan dan mereka (peraturan) harus secara ketat (tegas) diikuti. Engkau harus tidak menyimpang dari hal itu.
(Sanathana Sarathi, Januari 1978, halaman 258)

P : Mengapa terdapat begitu banyak pembatasan di dalam organisasi kita Swami?
J : Pembatasan, peraturan dan pengendalian diri merupakan jalan megah yang memimpin menuju tercapainya tujuan Kesadaran akan Diri (Tuhan). Mereka tidak hanya sekedar mengikatmu, untuk membatasi atau mengontrolmu. Setiap orang memiliki Atma. Tapi pikiran mengembara dan menjadi gelisah. Aturan ini haruslah dilekatkan, untuk mengontrol pikiran yang mengembara tersebut. Sebuah pohon muda yang kecil haruslah dijaga dari binatang dengan suatu pagar dari perusakan. Tapi ketika ia menjadi sebuah pohon, setiap binatang yang berusaha untuk menghancurkan atau memakannya, akan mendapatkan perlindungan dan tempat perlindungan dibawah pohon tersebut. Aturan adalah pagar penjaga untuk pikiran kita.
(Seva Dal, Februari 1981, halaman 8)

P : Tidakkah peraturan dan tata tertib menjadi suatu rintangan bagi kebebasan untuk berekspresi didalam sadhana saya?
J : Janganlah kalian resah (cerewet) dan melawan peraturan dan tata tertib yang telah organisasi tentukan bagimu, mereka dibuat adalah untuk kebaikan dirimu sendiri. tata tertib adalah esensi (inti) dari ciptaan. Lautan mematuhi batasannya; angin dan api juga menghormati batasan mereka masing-masing. Tubuh manusia haruslah dipelihara tetap berada pada kehangatan diatas 98.40 Fahrenheit agar terbebas dari demam. Jantung kita harus berdetak dalam jumlah tertentu per menitnya; bernapas harus dilakukan sebanyak 21,600 kali sehari. Lalu bagaimana bisa organisasi lepas dari peraturan dan tata tertib tertentu?.
(Sathya Sai Speaks, Vol X, halaman 45)

P : Bhagawan, tolong beri kami pencerahan agar mengetahui hubungan yang benar antara individu dengan masyarakat.
J : Individu dan masyarakat adalah saling terjalin dan tidak bisa memisahkan diri satu dengan yang lain. Harus ada penerangan bagi keduanya. Gelombang Ananda (kebahagiaan abadi atau terus-menerus) haruslah menggelora keluar dari individu dan memenuhi danau masyarakat, dan kemudian, mengalir menuju lautan Rahmat. Masyarakat hanyalah sebuah sebutan lain bagi suatu group individual; tapi ia tidak memiliki tubuh jasmani. Individu adalah cabang yang memberi makan dan mendukung sang badan yang bernama masyarakat.
Masyarakat membentuk individu, menyediakan tempat bagi perkembangannya dan menetapkan ideal yang harus dia tanamkan dalam dirinya sendiri. Ketika individu menjadi lebih kuat, lebih pintar (lebih intelejen), lebih berpandangan untuk melayani dan lebih efisien sebagai pekerja, masyarakat mendapat keuntungan; ketika masyarakat lebih sadar akan peranan dan kebutuhan untuk membersihkan peran itu dengan segenap kerendahan hati dan kebijaksanaan, individu akan mendapat keuntungan.

Sai telah memutuskan untuk merubah (mentransformasi) individu dan masyarakat dengan mempromosikan generasi yang penuh dengan pengertian ini (para bhakta sejati Tuhan, Sai), dengan tindakan dari seorang (bhakta) kepada orang yang lainnya. Oleh karena itu, formasi dari Organisasi Sai ini dan pendirian dari unit-unit ini dalam semua negara bagian, adalah untuk meningkatkan umat manusia menuju Ketuhanan.
(Sathya Sai Speaks, Vol X, halaman 11)

Jun
18
Comments Off

PETUNJUK BAGI PEKERJA AKTIF DALAM ORGANISASI SRI SATHYA SAI SEVA

Author Ramdas    Category Artikel, Organisasi     Tags

PETUNJUK BAGI PEKERJA AKTIF
DALAM
ORGANISASI SRI SATHYA SAI SEVA

Dari :
Bhagavan Sri Sathya Sai Baba

DAFTAR ISI

I. ORGANISASI SRI SATHYA SAI SEVA
A. Organisasi dan obyeknya
B. Perlunya peraturan dan tata tertib

II. SAI CENTER DAN SAMITHIS (kelompok)
A. Tujuan dan obyek
B. Pekerjaan Sai center
C. Samithis (kelompok)

III. OFFICE-BEARERS
A. Memilih pemimpin
B. Taggung jawab pemimpin eksekutif (pelaksana)

IV. ANGGOTA
A. Kualifikasi (persyaratannya)
B. Tingkah laku dari anggota
C. Tujuan spiritual dari anggota
D. Evaluasi (penilaian) diri (sendiri) oleh anggota

V. SAI – SEVA
A. Sai seva dan para bhakta
B. Kewajiban dari Sai-sevak
C. Tugas, disiplin, bhakti
(i) Tugas
(ii) Disiplin
(iii) Bhakti
D. Mahila Vibhag
E. Penghargaan bagi Sai-Seva

VI. TIGA SAYAP
A. Bal vikas (pendidikan)
(i) Pelajaran bal vikas
(ii) Guru bal vikas
(iii) Anak-anak balvikas

B. Seva Dal

C. Sayap Spiritual
(i) Bhajan
(ii) Nagarsankirtam
(iii) Japa dan meditasi
(iv) Study circle
(v) Kebaikan dari diam

VII. SEMBILAN PEDOMAN PERILAKU
Meditasi dan doa harian
Meditasi Jyoti (cahaya)
Doa

VIII. SEPULUH PRINSIP
Sebagaimana disebutkan oleh Bhagawan pada 23 November 1985

I
ORGANISASI SRI SATHYA SAI SEVA

A. ORGANISASI DAN OBYEKNYA

Pertanyaan (P) : Apakah macam-macam unit yang ada pada organisasi Sathya Sai?
Jawaban (J) : Kita memiliki 5 prinsipal unit (unit utama) dalam organisasi, dan disetiap desa atau kota dimana kita memiliki ke-5 unit ini, disana harus ada unit yang menjadi teladan dan terjadi kerjasama diantara setiap unit. Mereka seperti 5 jari tangan. Jari kelingking adalah Bhajan Mandali, kelompok bhakta yang menyanyikan kemuliaan Tuhan. Tapi mereka seharusnya tidak menjadi bangga bahwa mereka adalah pelopor atau perintis dan pekerja yang utama. Jari manis adalah Bal Vikas. Hati anak-anak yang masih muda dapat diibaratkan sebagai piring emas, sang guru menempelkan permata kebaikan dan ketuhanan. Itulah cincin yang dikenakan oleh jari manis ini. Tapi itu seharusnya tidak membuat Bal Vikas bangga, tidak juga membuat para guru merasa bahwa pekerjaan yang dikerjakan mereka adalah pekerjaan yang paling penting sehingga harus menjadi yang paling dihargai. Rasa persatuan dan kerjasama harus berlaku. Jari tengah adalah Seva Dal, membantu dua unit disatu sisi, dan dua unit yang lain disatu sisinya lagi. Tapi seharusnya tidak membuat kepalanya menjadi besar (sombong) dan menyatakan diri sebagai yang paling tinggi diatas yang lainnya. Jari telunjuk adalah Mahila Vibhag, unit yang terbentuk dari para wanita, yang gunanya untuk kebaikan, keagungan, yang bermanfaat, kebenaran, dll. Mereka juga, seharusnya tidak dipenuhi dengan kesombongan, kecongkakan yang besar. Ibu jari, secara alami, adalah Seva Samhiti, eksekutif (pelaksana) yang menyeluruh, pembimbing dan penjaga, sang penyelenggara dan yang menyediakan. Ibu jari harus bergabung dengan keempat jari yang lainnya sehingga mereka dapat memegang, menggenggam, atau menggerakkan segala sesuatu. Tanpa ibu jari, jari-jari yang lain menjadi tidak berarti. Jadi setiap jari harus merasa bahwa kekuatan ada pada waktu bekerja dengan yang lainnya, dan semua adalah bagian dari satu tangan yang tidak dapat mereka abaikan.
(Sathya Sai Speaks, Vol X, halaman 47)

P : Apa yang menjadi satu-satunya tujuan dari organisasi Sai?
J : SATU-SATUNYA TUJUAN DARI ORGANISASI SAI ADALAH UNTUK MEMBUAT MANUSIA MAMPU MENGETAHUI KETUHANAN YANG BERSEMAYAN DIDALAM DIRINYA, MEMPEROLEH KEPERCAYAAN DIRINYA DAN KEYAKINAN PADA TUHAN. Tenaga dan kekuatan yang diperoleh dari keyakinan dalam diri, dari keyakinan pada Tuhan, akan menjadi kekal dan merupakan pendukung yang abadi. Tujuan dari organisasi Sai adalah untuk membuat orang-orang menjadi sadar lagi akan kebenaran ini dan untuk hidup dalam kesadaran tersebut. Kebenaran (Tuhan) hanya satu. Paramatman yang sama dipanggil dengan nama yang berbeda-beda seperti Rama, Krishna, Christ, Allah, dll. Ini merupakan prinsip utama bagi organisasi Sathya Sai untuk bekerja. Kesatuan dari semua keyakinan merupakan bagian penting yang utama dari Organisasi Sai. Kedelapan belas purana kita, semuanya membicarakan tentang satu tema pokok, dimana kita tidak memiliki hak untuk menyalahkan dan kita tidak memiliki hak untuk mencari-cari kesalahan dengan yang lain. Jangan pernah mempertunjukkan kebencian kehadapan siapapun, Tuhan yang sama bersemayam didalam hati semua mahluk.
(Seva Dal, April 1983, halaman 4)
P : Apakah yang menjadi maksud utama dari organisasi Sathya Sai Seva, Swami?
J : ORGANISASI INI BERMAKSUD UNTUK MELUASKAN CINTAMU (KASIHMU), UNTUK MENYALURKAN KEGIATANMU MELALUI PELAYANAN YANG PENUH DENGAN RASA BHAKTI. Organisasi ini bukan direncanakan untuk memamerkan bhakti, atau mengumpulkan bhakta untuk menyumbangkan uangnya demi pengembangan suatu kegiatan. Organisasi ini dipersembahkan untuk tugas agung yaitu untuk semakin membantu orang-orang untuk menyadari Kenyataan Dirinya dan menyatu didalam-Nya.
(Sathya Sai Speaks, Vol III, halaman 44)
P : Apakah salah satu tujuan dari Organisasi Sai adalah untuk memajukan dan meyebarluaskan nama Sai?
J : Organisasi yang menggunakan nama-Ku tidak dipergunakan untuk mempublikasikan nama-Ku, atau membuat cara pemujaan yang baru diantara para pemuja-Ku (diantara pemuja Tuhan lainnya). Mereka harus berusaha untuk menyebarluaskan daya tarik dalam berjapa, dhyana (meditasi), dan sadhana yang lainnya, yang mana membawa manusia menuju Tuhan; mereka harus mendemonstrasikan (menunjukkan) kebahagiaan yang didapatkan dari bhajan dan namasmarana, shanti (kedamaian) merupakan hasil yang dapat didapatkan dari satsang. Mereka harus memberikan seva kepada yang tidak berdaya, yang sakit, yang dalam keadaan sulit, yang buta huruf dan yang membutuhkan. Seva mereka harus tidak menjadi suatu ajang pertunjukan; seva harus tidak mencari penghargaan atau hasil, tidak bahkan untuk sebuah penghormatan atau terima kasih dari orang yang menerima seva tersebut. Seva adalah sadhana, bukan hiburan atau rekreasi dari orang yang kaya dan yang memiliki kedudukan.
(Sathya Sai Speaks, Vol VI, halaman 128)

P : Apa yang dapat diraih oleh Organisasi sebagai sebuah group (kelompok) Swami?
J : Apa yang tidak dapat dipenuhi (dilakukan) secara perseorangan (individual), dapat diraih oleh group atau masyarakat yang baik. Kita menemukan bahwa kehidupan yang penuh dengan sifat sosial memberikan sumbangsih akan peningkatkan kebahagiaan dan upaya yang lebih berdaya guna (tepat guna), bahkan diantara burung dan binatang (buas). Bahkan semut telah belajar keuntungan besar yang didapatkan dari aktifitas group dan organisasi sosial.
Monyet juga hidup dalam group untuk keamanan yang lebih baik dan kehidupan yang lebih menyenangkan (membahagiakan). Melalui rasa persatuan, keinginan untuk berkorban dan kelembutan kasih, semua hal dapat diraih. Jadi Organisasi Sthya Sai Seva harus melangkah didepan dengan semangat yang sepenuh hati dalam lapangan (kegiatan) pelayanan.
(Sanathana Sarathi, Desember 1981)

Seseorang yang berjalan sendirian akan merasa kelelahan dan merasa tidak senang pada akhir 5 mil, tapi, berjalan bersama 10 lainnya sebagai suatu group, dia akan merasakan perjalanan 5 mil yang membahagiakan. Dia sampai dengan segar dan bugar. Kita menemukan sumbangsih kehidupan sosial untuk meningkatkan kebahagiaan dan upaya yang lebih berdaya guna (tepat guna) bahkan diantara burung dan binatang (buas).
(Sanathana Sarathi, Desember 1981, halaman 289)

P : Dengan bagaimanakah Organisasi Sai menguntungkan bagi umat manusia?
J : Tugasnya untuk umat manusia adalah : UNTUK MENANAM BIBIT KEBENARAN, KEBAJIKAN, KEDAMIAN DAN CINTA KASIH DIDALAM HATI, DISIAPKAN UNTUK YANG MENERIMA; UNTUK MEMBANTU PERKEMBANGAN POHON MUDA DAN MENGAWASINYA DENGAN PENUH CINTA DAN MERAWATNYA HINGGA AKHIRNYA MEREKA (POHON MUDA) TUMBUH MENJADI POHON, MENGHASILKAN PANEN BUAH MANIS YANG MELIMPAH; DAN AGAR MEMUNGKINKAN BAGI SEMUA UNTUK BERBAGI JAMUAN MAKANAN YANG MENDUKUNG TERSEBUT. Para guru suci yang telah berhasil dalam budaya yang menguntungkan ini telah menunjukkan alat, dan metode, langkah dan ketergelinciran, pertolongan dan rintangan, yang dapat digunakan manusia untuk dipertimbangkan, pada waktu bertaut (bergelut) dalam tugas ini, dan jutaan memperoleh keuntungan dari nasehat mereka (para guru suci). Tapi, belum pernah sebelumnya, hal ini menjadi sebuah pergerakan dalam bentuk sebuah organisasi yang mana seluruh umat manusia terlibat. Jika tidak dengan cara ini, tidak akan ada kebebasan dari rasa takut, kegelisahan dan ketidak adilan.
(Sanathana Sarathi, Juni 1976, halaman 91)

Katagori

Meta