Browsing all articles in Artikel
Jan
2
Comments Off

Terjemahan Sai Darshan

Author nagacahaya    Category Artikel     Tags

Bertahun-tahun

Aku mengambil berbagai wujud hanya untukmu.

Sebagai anak kecil, Aku mengasuhmu

Seperti ibu dan ayah tercinta.

Saat engkau tumbuh

Aku mengambil wujud sebagai saudaramu,

Yang mengajarimu kehidupan, berbagi dan mengasihi orang lain.

Ketika engkau menjadi gadis muda,

Aku menjadi pendamping hidupmu,

Untuk mengasihi dan melindungimu.

Untuk menambahkan pelangi dalam hidupmu,

Aku memberimu dua anak laki-laki untuk dikasihi dan dicintai,

dan mempelajari cinta-kasih tanpa pamrih.

Tapi saat ini, Aku berdiri di depanmu dalam wujud sejati-Ku.

Baba-mu berdiri di depanmu,

Untuk memberimu banyak kasih Ilahi

Engkau mengalaminya atau mengetahuinya.

Cinta-kasih ini telah bersamamu,

Melalui beberapa kelahiran

Dan berjalan terus.

Terimalah cinta-kasih Ku dan bebaskan dirimu,

Dari agoni cinta-kasih yang terbatas

Yang engkau alami sampai sekarang.

Cinta-kasih Ku tidak terbatas ibarat lautan,

Cemerlang dan berwarna bagaikan pelangi,

Cinta-kasih yang memberi, memelihara,

Dan tidak mengharapkan kembali





Kutipan dari Sai Darshan yang sedang diterjemahkan oleh Saudari Yulisantosa

Dec
15
Comments Off

Murnikan Hati dan Pikiranmu

Author nagacahaya    Category Artikel     Tags

Kebahagiaanmu adalah surga dan kesengsaraanmu adalah neraka. Konsep mengenai neraka dan surga diperkenalkan dengan tujuan untuk melihat apakah engkau hanya melakukan perbuatan yang baik. Surga dan neraka tidaklah terpisah; ia ada didalam pikiranmu. apakah penyebap dari kesengsaraan? adalah pikiran yang menyebabkan kesengsaraan. adalah pikiran yang penuh dengan keinginanan. adalah pikiran yang menciptakan surga atau neraka. Murnikan pikiranmu, perkataan dan perbuatanmu serta hatimu. Dan dengan itu engkau akan merasakan surga itu sendiri. Surga yang sesungguhnya berada dalam dirimu.

“Be Like Jesus” In Words Of Sri Satya Sai Baba – Halaman 79 (Edisi Bahasa Inggris)

Aug
14
Comments Off

PETUNJUK BAGI PEKERJA AKTIF DALAM ORGANISASI SRI SATHYA SAI SEVA

Author Ramdas    Category Artikel, Organisasi     Tags


SAI CENTER DAN SAMITHIS (ORGANISASI)

A. MAKSUD DAN TUJUAN
P : Apakah tujuan dari sebuah Sai Center?
J : Engkau harus memiliki kepercayaan yang mantap bahwa tujuan dari Organisasi ini adalah untuk menghilangkan rintangan yang menahan manusia jauh dari Tuhan, yang memisahkan manavathwa dari madhavathwa. Tidak ada manusia; semuanya adalah Ilahi. Organisasi ini haruslah mengangkat manusia menjadi Ilahi.
(Sathya Sai Speaks, Vol VII, halaman 324)

P : Apakah Swami ingin agar kita berusaha untuk mendapaktan lebih banyak bhakta dan untuk membuka lebih banyak center?
J : Aku tidak tertarik atau gembira ketika distrik (daerah) ini atau itu menyatakan bahwa memiliki unit lebih banyak dalam organisasi ini dari pada yang lain. Aku tertarik dalam pekerjaan, dengan hati yang penuh dengan cinta kasih, dalam pelayanan tanpa pamrih. Ada unit yang keberadaannya hanyalah sebatas nama saja. Ada yang lain dimana fungsinya berlawanan dengan tujuan dan ideal awal kita! Daripada membiarkan hal ini terus berlanjut, adalah baik jika mereka ditutup (dihentikan), sesegera mungkin. Lebih baik memiliki 2 atau tiga yang berfungsi dengan baik dibandingkan seratus lainnya yang berfungsi dengan buruk atau sama sekali bahkan tidak berfungsi. 2 ons susu sapi lebih baik dari seketel penuh susu keledai.
(Sathya Sai Speaks, Vol VII, halaman 319)

(Sumber : Buku PETUNJUK BAGI PEKERJA AKTIF DALAM ORGANISASI SRI SATHYA SAI SEVA)

Jun
21
Comments Off

Transformasi dalam diri

Banyak sekali individu-individu unggul yang lahir di distrik Kalappa. Salah satunya adalah seorang sage (rishi) terkenal bernama Veerabramendra Swamy, seorang tokoh yang berhasil meramalkan dengan baik peristiwa-peristiwa yang telah/bakal terjadi di zaman modern ini, padahal beliau hidup di zaman ribuan tahun yang lalu. Inilah yang dinamakan Kalajnana – Kala: waktu, dan Jnana: pengetahuan – jadi pengetahuan tentang masa depan. Sejak jaman dahulu, beliau telah memprediksikan kejadian-kejadian hari ini, dan kebetulan ia terlahir di tempat itu.
Kemudian terdapat pula seorang penyanyi terkenal bernama Annamacharya. Nyanyiannya sangat, sangat populer. Ia juga terlahir di sana. Selanjutnya, terdapat seorang rishi bernama Vemana yang juga asal Kalappa. Di samping itu, ada dua orang pujangga terkenal, Pothana dan Peddanna, yang juga lahir di situ. Jadi, untuk memperingati event-event tersebut, keseluruhan distrik itu sedang bergembira-ria dan dipenuhi oleh perayaan. Kebetulan saya sempat menyinggung hal ini kepada Swami, dan topik tersebut menjadi pemicu perbincangan sepanjang sore hari ini.
Beliau mengatakan: “Tahukah kamu, ada seorang pujangga bernama Vemana yang terlahir di sana?”
“Ya, Swami, saya tahu.”
Kemudian Swami mulai bercerita tentang Vemana. Pujangga besar ini dibesarkan oleh abang kandung dan kakak iparnya. Kedua orang-tuanya telah meninggal, dan entah bagaimana, karena nasibnya, ia terperosok dalam kebiasaan yang jelek dan kurang terpuji. Ia menjadi seseorang yang suka main perempuan. Dan terdapatlah seorang wanita yang meminta Vemana agar memberinya kalung yang biasa dikenakan oleh kakak iparnya; kalung itu sangat mahal dan berharga. Wanita tadi bersikeras agar Vemana mengambilkan kalung itu dan diberikan kepadanya. Jadi, Vemana-pun terpaksa mencuri kalung itu dan diberikannya kepada si wanita itu.
Rupanya kakak iparnya mengetahui hal ini dan ia dapat memahaminya; maka dipanggilnyalah Vemana. Ia berkata, “Look here! Seandainya saja kau memintanya dari-ku, maka saya akan memberikannya kepadamu. Mengapa kau harus mencurinya? Tindakanmu itu tidak baik.” Lebih lanjut ia menambahkan, “Lihatlah Vemana! Saya telah memakai kalung ini secara rutin setiap hari, namun saya sama sekali tidak merasakan adanya hal-hal yang istimewa dengan kalung ini. Jadi, mengapa teman wanitamu begitu ingin memilikinya? Bagaimana mungkin ia bisa merasa sangat happy dengan kalung ini saja? Saya sungguh tak percaya. Sebenarnya dia hanya ingin merampas kalungku saja.” Itulah yang dikatakan oleh iparnya. Vemana merasa sangat menyesal. Transformasi-pun mulai terjadi di dalam dirinya.
Saudara laki-laki (abang) Vemana mempunyai satu orang puteri saja dan Vemana sangat menyayanginya. Ia memperlakukan keponakannya itu seolah-olah seperti puterinya sendiri; bahkan lebih daripada itu. Namun, suatu hari, karena suatu sebab, anak itu tiba-tiba meninggal. Lalu apa yang dilakukan Vemana? Ia memegang foto anak itu dan memeluknya erat-erat sembari menangis terus-menerus. Kakak-ipar (ibu sang anak) ingin memberi pelajaran kepada Vemana. Maka, diambilnya foto itu dan dirobek-robeknya serta dibakar! Vemana semakin bertambah sedih dan menangis terus.
“Mengapa kau lakukan itu? Aku sangat menyukai foto anak yang sangat ku cintai itu.”
Sang kakak-ipar menerangkan, “Begini ya – dari tadi kau berkhayal bahwa dia ada di dalam foto itu. Itulah sebabnya ia seolah-olah masih hidup bagimu. Tapi lihatlah, badan jasadnya sudah tidak ada di sini lagi. Daripada memegang foto ini, sebagai gantinya, lebih baik bila kau memegang foto Tuhan dan menangisi-Nya, janganlah menangisi anak yang sudah tiada.”
Seketika itu, semangat pelepasan (renunciation) dan ketidak-melekatan (sense of detachment) mulai bersemi di dalam diri Vemana. Di kemudian hari ia meninggalkan kehidupan rumah-tangga, dan sejak hari itu, ia menjalani kehidupan sebagai seorang yogi atau kehidupan suci (saint). Di kemudian hari, ia menulis berbagai karangan syair/sajak. Hampir semua penduduk Andhra Pradesh pasti mengetahui tentang syair-syairnya dengan baik. Bhagawan menjelaskan keseluruhan episode ini kepada kami.

Jun
21
Comments Off

Kalau saja engkau datang hanya untuk-Ku

Author Ramdas    Category Artikel     Tags

Sekarang kita beranjak ke event pada tanggal 25 Januari 2003 (sebagaimana anda ketahui, kita akan membahasnya dengan tanggal mundur). Ada seorang pria yang datang mengunjungi Swami, kelihatannya seperti seorang chairman (ketua) atau presiden dari salah satu klub/organisasi internasional. Swami membiarkannya duduk dan menunggu, seolah-olah hal yang biasa bagi-Nya (tertawa).

Saya berkata, “Swami, saya mendapatkan info bahwa ada seorang international chairman (atau presiden) yang hadir di sini.”

Bhagawan berkata, “Lalu kenapa? Setiap orang harus menunggu Aku.”

“Ok, Swami. Apakah itu berarti bahwa tidak ada harapan untuk bisa bertemu dengan-Mu secara langsung? Tak ada kesempatan untuk itu?”

Baba berkata, “Orang-orang mendatangi-Ku dengan beragam alasan – entah untuk urusan prospek bisnisnya, urusan keluarganya, semuanya ingin agar keinginannya terkabulkan. Tapi bagi mereka yang secara khusus datang hanya untuk-Ku, maka Aku pasti akan langsung menemuinya setibanya mereka di sini! Kalau saja mereka datang hanya untuk-Ku, maka Aku pasti akan memberinya interview. Tapi kenyataannya, tidak banyak orang yang datang dengan tujuan seperti itu. Kebanyakan yang datang ke sini mendambakan agar keinginan dan kenyamanan pribadi mereka dipenuhi.” Itulah yang dikatakan oleh Bhagawan.

Jun
20
Comments Off

Ketenangan Dan Kejenakaan Yang Membahagiakan

Author Ramdas    Category Artikel     Tags

Bhagawan menyinggung sebuah cerita yang menarik tentang seorang pujangga bernama Thenali Ramakrishna. Beliau adalah salah seorang pujangga yang mengabdi kepada raja Krishnadevaraya; dan cukup terkenal dengan humor serta kejenakaannya.
Swami bercerita tentang dua episode yang berhubungan dengan kehidupan Thenali Ramakrishna. Rupanya terdapat beberapa orang pundit dan cendekiawan yang merasa cemburu atas kedekatan Thenali Ramakrishna dengan Raja. Rupanya orang-orang tipe pecemburu seperti ini telah eksis sejak jaman dahulu. Mereka hadir di sini bukan untuk pertama kalinya. (tertawa) Mereka telah ada sejak jaman antah-berantah. Yes. Jadi, di dalam sidang dewan kerajaan, para cendekiawan itu menantang Thenali Ramakrishna.
“Oh, Sang Raja, biarkanlah pujangga ini memberikan penjelasan mengapa tidak terdapat bulu/rambut di telapak tangan. Bila rambut/bulu tumbuh dimana-mana, lalu mengapa ia tidak tumbuh di telapak tangan. Mengapa? Biarkanlah ia menjawab tantangan kami ini.”
Sang pujangga, Thenali Ramakrishna, berdiri dan berkata, “Yang Mulia, Aku akan memberikan penjelasan. Di telapak tangan-ku ini tidak ada rambut/bulunya, hal ini disebabkan karena aku senantiasa menggunakannya untuk menerima hadiah-hadiah dari-mu, wahai Paduka. Oleh sebab itu, tidak ada waktu bagi si bulu/rambut untuk tumbuh.” (tertawa).
Sang raja juga ikut tertawa dan berkata, “Oh ho, I see. Tapi mengapa telapak tangan orang lain juga tidak berbulu? Mengapa begitu?”
Kemudian Thenali Ramakrishna berkata, “Oleh karena engkau selalu memberikan hadiah, maka orang lain menjadi sangat cemburu. Akibatnya, mereka terus-menerus menggosok-gosokan tangannya sehingga rambut/bulu itu tidak bisa tumbuh.” (tertawa) Begitulah sense of humour Thenali Ramakrishna.
Selanjutnya Bhagawan menyinggung episode lain dari kehidupan Thenali Ramakrishna. Pernah suatu ketika, sang raja memberikan hadiah permata, batu-batu mulia dan emas kepada Thenali Ramakrishna. Dalam perjalanannya pulang ke rumah, beberapa pencuri melihat bahwa Thenali Ramakrishna sedang membawa barang-barang berharga itu, oleh karenanya mereka ingin mencurinya. Para pencuri pergi ke rumahnya di malam hari. Ketika mereka akan membawa kabur perhiasan itu, sang pujangga ini terbangun. Melihat tuan rumah terbangun, para pencuri itu melarikan diri keluar dari rumah dan menyembunyikan diri di belakang dinding sumur. Sebagai seorang yang cerdik, Thenali Ramakrishna keluar dari rumah.
Anda tentunya pernah lihat sumur-sumur di India bukan? Ia terdiri atas sebuah ember kecil, tali dan kerekan. Dengan alat-alat inilah orang-orang menimba air dari dalam sumur. Jadi, pergilah Thenali Ramakrishna ke tepi sumur dan menimba sedikit air. Ia berkumur-kumur dan setelah itu disemburkannya air di mulutnya ke arah para pencuri yang sedang bersembunyi itu! Hmm, Si Thenali Ramakrishna ini benar-benar cerdik ya? (tertawa). Selanjutnya Thenali Ramakrishna mengambil kain dan mengisinya dengan batu-batuan, kemudian diikat dan dilemparkan ke dalam sumur.
Ia berkata kepada isterinya, “Begini, perhiasan ini tidak boleh disimpan di dalam rumah kita, sebab para pencuri setiap saat bisa masuk ke sini. Jadi, sebagai langkah pengamanan, saya telah melemparkannya ke dalam sumur.”
Sebenarnya ia sama sekali tidak melemparkan perhiasan itu ke dalam sumur. Sebagai gantinya, yang dilemparkannya adalah bongkahan batu-batuan. Namun para pencuri sama sekali tidak tahu hal ini. Mereka mengira bahwa perhiasan itu sekarang sudah ada di dalam sumur, dan mereka sangat ingin memperolehnya. Akibatnya, sepanjang malam itu mereka harus sibuk bekerja mengosongkan sumur itu dengan cara menimba airnya satu per satu. (tertawa)
Keesokan paginya, Thenali Ramakrishna bangun dan berkata, “Terima-kasih Bapak-bapak. Ladang kami memang telah lama tidak mendapatkan air. Mereka perlu disirami, dan sekarang anda telah melakukannya secara suka-rela tanpa pamrih. Aku sangat berterima-kasih kepada kalian.” (tertawa) Itulah yang dikatakan oleh Bhagawan sore hari ini.

Jun
18
Comments Off

PETUNJUK BAGI PEKERJA AKTIF DALAM ORGANISASI SRI SATHYA SAI SEVA

Author Ramdas    Category Artikel, Organisasi     Tags

PETUNJUK BAGI PEKERJA AKTIF
DALAM
ORGANISASI SRI SATHYA SAI SEVA

Dari :
Bhagavan Sri Sathya Sai Baba

DAFTAR ISI

I. ORGANISASI SRI SATHYA SAI SEVA
A. Organisasi dan obyeknya
B. Perlunya peraturan dan tata tertib

II. SAI CENTER DAN SAMITHIS (kelompok)
A. Tujuan dan obyek
B. Pekerjaan Sai center
C. Samithis (kelompok)

III. OFFICE-BEARERS
A. Memilih pemimpin
B. Taggung jawab pemimpin eksekutif (pelaksana)

IV. ANGGOTA
A. Kualifikasi (persyaratannya)
B. Tingkah laku dari anggota
C. Tujuan spiritual dari anggota
D. Evaluasi (penilaian) diri (sendiri) oleh anggota

V. SAI – SEVA
A. Sai seva dan para bhakta
B. Kewajiban dari Sai-sevak
C. Tugas, disiplin, bhakti
(i) Tugas
(ii) Disiplin
(iii) Bhakti
D. Mahila Vibhag
E. Penghargaan bagi Sai-Seva

VI. TIGA SAYAP
A. Bal vikas (pendidikan)
(i) Pelajaran bal vikas
(ii) Guru bal vikas
(iii) Anak-anak balvikas

B. Seva Dal

C. Sayap Spiritual
(i) Bhajan
(ii) Nagarsankirtam
(iii) Japa dan meditasi
(iv) Study circle
(v) Kebaikan dari diam

VII. SEMBILAN PEDOMAN PERILAKU
Meditasi dan doa harian
Meditasi Jyoti (cahaya)
Doa

VIII. SEPULUH PRINSIP
Sebagaimana disebutkan oleh Bhagawan pada 23 November 1985

I
ORGANISASI SRI SATHYA SAI SEVA

A. ORGANISASI DAN OBYEKNYA

Pertanyaan (P) : Apakah macam-macam unit yang ada pada organisasi Sathya Sai?
Jawaban (J) : Kita memiliki 5 prinsipal unit (unit utama) dalam organisasi, dan disetiap desa atau kota dimana kita memiliki ke-5 unit ini, disana harus ada unit yang menjadi teladan dan terjadi kerjasama diantara setiap unit. Mereka seperti 5 jari tangan. Jari kelingking adalah Bhajan Mandali, kelompok bhakta yang menyanyikan kemuliaan Tuhan. Tapi mereka seharusnya tidak menjadi bangga bahwa mereka adalah pelopor atau perintis dan pekerja yang utama. Jari manis adalah Bal Vikas. Hati anak-anak yang masih muda dapat diibaratkan sebagai piring emas, sang guru menempelkan permata kebaikan dan ketuhanan. Itulah cincin yang dikenakan oleh jari manis ini. Tapi itu seharusnya tidak membuat Bal Vikas bangga, tidak juga membuat para guru merasa bahwa pekerjaan yang dikerjakan mereka adalah pekerjaan yang paling penting sehingga harus menjadi yang paling dihargai. Rasa persatuan dan kerjasama harus berlaku. Jari tengah adalah Seva Dal, membantu dua unit disatu sisi, dan dua unit yang lain disatu sisinya lagi. Tapi seharusnya tidak membuat kepalanya menjadi besar (sombong) dan menyatakan diri sebagai yang paling tinggi diatas yang lainnya. Jari telunjuk adalah Mahila Vibhag, unit yang terbentuk dari para wanita, yang gunanya untuk kebaikan, keagungan, yang bermanfaat, kebenaran, dll. Mereka juga, seharusnya tidak dipenuhi dengan kesombongan, kecongkakan yang besar. Ibu jari, secara alami, adalah Seva Samhiti, eksekutif (pelaksana) yang menyeluruh, pembimbing dan penjaga, sang penyelenggara dan yang menyediakan. Ibu jari harus bergabung dengan keempat jari yang lainnya sehingga mereka dapat memegang, menggenggam, atau menggerakkan segala sesuatu. Tanpa ibu jari, jari-jari yang lain menjadi tidak berarti. Jadi setiap jari harus merasa bahwa kekuatan ada pada waktu bekerja dengan yang lainnya, dan semua adalah bagian dari satu tangan yang tidak dapat mereka abaikan.
(Sathya Sai Speaks, Vol X, halaman 47)

P : Apa yang menjadi satu-satunya tujuan dari organisasi Sai?
J : SATU-SATUNYA TUJUAN DARI ORGANISASI SAI ADALAH UNTUK MEMBUAT MANUSIA MAMPU MENGETAHUI KETUHANAN YANG BERSEMAYAN DIDALAM DIRINYA, MEMPEROLEH KEPERCAYAAN DIRINYA DAN KEYAKINAN PADA TUHAN. Tenaga dan kekuatan yang diperoleh dari keyakinan dalam diri, dari keyakinan pada Tuhan, akan menjadi kekal dan merupakan pendukung yang abadi. Tujuan dari organisasi Sai adalah untuk membuat orang-orang menjadi sadar lagi akan kebenaran ini dan untuk hidup dalam kesadaran tersebut. Kebenaran (Tuhan) hanya satu. Paramatman yang sama dipanggil dengan nama yang berbeda-beda seperti Rama, Krishna, Christ, Allah, dll. Ini merupakan prinsip utama bagi organisasi Sathya Sai untuk bekerja. Kesatuan dari semua keyakinan merupakan bagian penting yang utama dari Organisasi Sai. Kedelapan belas purana kita, semuanya membicarakan tentang satu tema pokok, dimana kita tidak memiliki hak untuk menyalahkan dan kita tidak memiliki hak untuk mencari-cari kesalahan dengan yang lain. Jangan pernah mempertunjukkan kebencian kehadapan siapapun, Tuhan yang sama bersemayam didalam hati semua mahluk.
(Seva Dal, April 1983, halaman 4)
P : Apakah yang menjadi maksud utama dari organisasi Sathya Sai Seva, Swami?
J : ORGANISASI INI BERMAKSUD UNTUK MELUASKAN CINTAMU (KASIHMU), UNTUK MENYALURKAN KEGIATANMU MELALUI PELAYANAN YANG PENUH DENGAN RASA BHAKTI. Organisasi ini bukan direncanakan untuk memamerkan bhakti, atau mengumpulkan bhakta untuk menyumbangkan uangnya demi pengembangan suatu kegiatan. Organisasi ini dipersembahkan untuk tugas agung yaitu untuk semakin membantu orang-orang untuk menyadari Kenyataan Dirinya dan menyatu didalam-Nya.
(Sathya Sai Speaks, Vol III, halaman 44)
P : Apakah salah satu tujuan dari Organisasi Sai adalah untuk memajukan dan meyebarluaskan nama Sai?
J : Organisasi yang menggunakan nama-Ku tidak dipergunakan untuk mempublikasikan nama-Ku, atau membuat cara pemujaan yang baru diantara para pemuja-Ku (diantara pemuja Tuhan lainnya). Mereka harus berusaha untuk menyebarluaskan daya tarik dalam berjapa, dhyana (meditasi), dan sadhana yang lainnya, yang mana membawa manusia menuju Tuhan; mereka harus mendemonstrasikan (menunjukkan) kebahagiaan yang didapatkan dari bhajan dan namasmarana, shanti (kedamaian) merupakan hasil yang dapat didapatkan dari satsang. Mereka harus memberikan seva kepada yang tidak berdaya, yang sakit, yang dalam keadaan sulit, yang buta huruf dan yang membutuhkan. Seva mereka harus tidak menjadi suatu ajang pertunjukan; seva harus tidak mencari penghargaan atau hasil, tidak bahkan untuk sebuah penghormatan atau terima kasih dari orang yang menerima seva tersebut. Seva adalah sadhana, bukan hiburan atau rekreasi dari orang yang kaya dan yang memiliki kedudukan.
(Sathya Sai Speaks, Vol VI, halaman 128)

P : Apa yang dapat diraih oleh Organisasi sebagai sebuah group (kelompok) Swami?
J : Apa yang tidak dapat dipenuhi (dilakukan) secara perseorangan (individual), dapat diraih oleh group atau masyarakat yang baik. Kita menemukan bahwa kehidupan yang penuh dengan sifat sosial memberikan sumbangsih akan peningkatkan kebahagiaan dan upaya yang lebih berdaya guna (tepat guna), bahkan diantara burung dan binatang (buas). Bahkan semut telah belajar keuntungan besar yang didapatkan dari aktifitas group dan organisasi sosial.
Monyet juga hidup dalam group untuk keamanan yang lebih baik dan kehidupan yang lebih menyenangkan (membahagiakan). Melalui rasa persatuan, keinginan untuk berkorban dan kelembutan kasih, semua hal dapat diraih. Jadi Organisasi Sthya Sai Seva harus melangkah didepan dengan semangat yang sepenuh hati dalam lapangan (kegiatan) pelayanan.
(Sanathana Sarathi, Desember 1981)

Seseorang yang berjalan sendirian akan merasa kelelahan dan merasa tidak senang pada akhir 5 mil, tapi, berjalan bersama 10 lainnya sebagai suatu group, dia akan merasakan perjalanan 5 mil yang membahagiakan. Dia sampai dengan segar dan bugar. Kita menemukan sumbangsih kehidupan sosial untuk meningkatkan kebahagiaan dan upaya yang lebih berdaya guna (tepat guna) bahkan diantara burung dan binatang (buas).
(Sanathana Sarathi, Desember 1981, halaman 289)

P : Dengan bagaimanakah Organisasi Sai menguntungkan bagi umat manusia?
J : Tugasnya untuk umat manusia adalah : UNTUK MENANAM BIBIT KEBENARAN, KEBAJIKAN, KEDAMIAN DAN CINTA KASIH DIDALAM HATI, DISIAPKAN UNTUK YANG MENERIMA; UNTUK MEMBANTU PERKEMBANGAN POHON MUDA DAN MENGAWASINYA DENGAN PENUH CINTA DAN MERAWATNYA HINGGA AKHIRNYA MEREKA (POHON MUDA) TUMBUH MENJADI POHON, MENGHASILKAN PANEN BUAH MANIS YANG MELIMPAH; DAN AGAR MEMUNGKINKAN BAGI SEMUA UNTUK BERBAGI JAMUAN MAKANAN YANG MENDUKUNG TERSEBUT. Para guru suci yang telah berhasil dalam budaya yang menguntungkan ini telah menunjukkan alat, dan metode, langkah dan ketergelinciran, pertolongan dan rintangan, yang dapat digunakan manusia untuk dipertimbangkan, pada waktu bertaut (bergelut) dalam tugas ini, dan jutaan memperoleh keuntungan dari nasehat mereka (para guru suci). Tapi, belum pernah sebelumnya, hal ini menjadi sebuah pergerakan dalam bentuk sebuah organisasi yang mana seluruh umat manusia terlibat. Jika tidak dengan cara ini, tidak akan ada kebebasan dari rasa takut, kegelisahan dan ketidak adilan.
(Sanathana Sarathi, Juni 1976, halaman 91)

Katagori

Meta