PETUNJUK BAGI PEKERJA AKTIF
DALAM
ORGANISASI SRI SATHYA SAI SEVA
Dari :
Bhagavan Sri Sathya Sai Baba
DAFTAR ISI
I. ORGANISASI SRI SATHYA SAI SEVA
A. Organisasi dan obyeknya
B. Perlunya peraturan dan tata tertib
II. SAI CENTER DAN SAMITHIS (kelompok)
A. Tujuan dan obyek
B. Pekerjaan Sai center
C. Samithis (kelompok)
III. OFFICE-BEARERS
A. Memilih pemimpin
B. Taggung jawab pemimpin eksekutif (pelaksana)
IV. ANGGOTA
A. Kualifikasi (persyaratannya)
B. Tingkah laku dari anggota
C. Tujuan spiritual dari anggota
D. Evaluasi (penilaian) diri (sendiri) oleh anggota
V. SAI – SEVA
A. Sai seva dan para bhakta
B. Kewajiban dari Sai-sevak
C. Tugas, disiplin, bhakti
(i) Tugas
(ii) Disiplin
(iii) Bhakti
D. Mahila Vibhag
E. Penghargaan bagi Sai-Seva
VI. TIGA SAYAP
A. Bal vikas (pendidikan)
(i) Pelajaran bal vikas
(ii) Guru bal vikas
(iii) Anak-anak balvikas
B. Seva Dal
C. Sayap Spiritual
(i) Bhajan
(ii) Nagarsankirtam
(iii) Japa dan meditasi
(iv) Study circle
(v) Kebaikan dari diam
VII. SEMBILAN PEDOMAN PERILAKU
Meditasi dan doa harian
Meditasi Jyoti (cahaya)
Doa
VIII. SEPULUH PRINSIP
Sebagaimana disebutkan oleh Bhagawan pada 23 November 1985
I
ORGANISASI SRI SATHYA SAI SEVA
A. ORGANISASI DAN OBYEKNYA
Pertanyaan (P) : Apakah macam-macam unit yang ada pada organisasi Sathya Sai?
Jawaban (J) : Kita memiliki 5 prinsipal unit (unit utama) dalam organisasi, dan disetiap desa atau kota dimana kita memiliki ke-5 unit ini, disana harus ada unit yang menjadi teladan dan terjadi kerjasama diantara setiap unit. Mereka seperti 5 jari tangan. Jari kelingking adalah Bhajan Mandali, kelompok bhakta yang menyanyikan kemuliaan Tuhan. Tapi mereka seharusnya tidak menjadi bangga bahwa mereka adalah pelopor atau perintis dan pekerja yang utama. Jari manis adalah Bal Vikas. Hati anak-anak yang masih muda dapat diibaratkan sebagai piring emas, sang guru menempelkan permata kebaikan dan ketuhanan. Itulah cincin yang dikenakan oleh jari manis ini. Tapi itu seharusnya tidak membuat Bal Vikas bangga, tidak juga membuat para guru merasa bahwa pekerjaan yang dikerjakan mereka adalah pekerjaan yang paling penting sehingga harus menjadi yang paling dihargai. Rasa persatuan dan kerjasama harus berlaku. Jari tengah adalah Seva Dal, membantu dua unit disatu sisi, dan dua unit yang lain disatu sisinya lagi. Tapi seharusnya tidak membuat kepalanya menjadi besar (sombong) dan menyatakan diri sebagai yang paling tinggi diatas yang lainnya. Jari telunjuk adalah Mahila Vibhag, unit yang terbentuk dari para wanita, yang gunanya untuk kebaikan, keagungan, yang bermanfaat, kebenaran, dll. Mereka juga, seharusnya tidak dipenuhi dengan kesombongan, kecongkakan yang besar. Ibu jari, secara alami, adalah Seva Samhiti, eksekutif (pelaksana) yang menyeluruh, pembimbing dan penjaga, sang penyelenggara dan yang menyediakan. Ibu jari harus bergabung dengan keempat jari yang lainnya sehingga mereka dapat memegang, menggenggam, atau menggerakkan segala sesuatu. Tanpa ibu jari, jari-jari yang lain menjadi tidak berarti. Jadi setiap jari harus merasa bahwa kekuatan ada pada waktu bekerja dengan yang lainnya, dan semua adalah bagian dari satu tangan yang tidak dapat mereka abaikan.
(Sathya Sai Speaks, Vol X, halaman 47)
P : Apa yang menjadi satu-satunya tujuan dari organisasi Sai?
J : SATU-SATUNYA TUJUAN DARI ORGANISASI SAI ADALAH UNTUK MEMBUAT MANUSIA MAMPU MENGETAHUI KETUHANAN YANG BERSEMAYAN DIDALAM DIRINYA, MEMPEROLEH KEPERCAYAAN DIRINYA DAN KEYAKINAN PADA TUHAN. Tenaga dan kekuatan yang diperoleh dari keyakinan dalam diri, dari keyakinan pada Tuhan, akan menjadi kekal dan merupakan pendukung yang abadi. Tujuan dari organisasi Sai adalah untuk membuat orang-orang menjadi sadar lagi akan kebenaran ini dan untuk hidup dalam kesadaran tersebut. Kebenaran (Tuhan) hanya satu. Paramatman yang sama dipanggil dengan nama yang berbeda-beda seperti Rama, Krishna, Christ, Allah, dll. Ini merupakan prinsip utama bagi organisasi Sathya Sai untuk bekerja. Kesatuan dari semua keyakinan merupakan bagian penting yang utama dari Organisasi Sai. Kedelapan belas purana kita, semuanya membicarakan tentang satu tema pokok, dimana kita tidak memiliki hak untuk menyalahkan dan kita tidak memiliki hak untuk mencari-cari kesalahan dengan yang lain. Jangan pernah mempertunjukkan kebencian kehadapan siapapun, Tuhan yang sama bersemayam didalam hati semua mahluk.
(Seva Dal, April 1983, halaman 4)
P : Apakah yang menjadi maksud utama dari organisasi Sathya Sai Seva, Swami?
J : ORGANISASI INI BERMAKSUD UNTUK MELUASKAN CINTAMU (KASIHMU), UNTUK MENYALURKAN KEGIATANMU MELALUI PELAYANAN YANG PENUH DENGAN RASA BHAKTI. Organisasi ini bukan direncanakan untuk memamerkan bhakti, atau mengumpulkan bhakta untuk menyumbangkan uangnya demi pengembangan suatu kegiatan. Organisasi ini dipersembahkan untuk tugas agung yaitu untuk semakin membantu orang-orang untuk menyadari Kenyataan Dirinya dan menyatu didalam-Nya.
(Sathya Sai Speaks, Vol III, halaman 44)
P : Apakah salah satu tujuan dari Organisasi Sai adalah untuk memajukan dan meyebarluaskan nama Sai?
J : Organisasi yang menggunakan nama-Ku tidak dipergunakan untuk mempublikasikan nama-Ku, atau membuat cara pemujaan yang baru diantara para pemuja-Ku (diantara pemuja Tuhan lainnya). Mereka harus berusaha untuk menyebarluaskan daya tarik dalam berjapa, dhyana (meditasi), dan sadhana yang lainnya, yang mana membawa manusia menuju Tuhan; mereka harus mendemonstrasikan (menunjukkan) kebahagiaan yang didapatkan dari bhajan dan namasmarana, shanti (kedamaian) merupakan hasil yang dapat didapatkan dari satsang. Mereka harus memberikan seva kepada yang tidak berdaya, yang sakit, yang dalam keadaan sulit, yang buta huruf dan yang membutuhkan. Seva mereka harus tidak menjadi suatu ajang pertunjukan; seva harus tidak mencari penghargaan atau hasil, tidak bahkan untuk sebuah penghormatan atau terima kasih dari orang yang menerima seva tersebut. Seva adalah sadhana, bukan hiburan atau rekreasi dari orang yang kaya dan yang memiliki kedudukan.
(Sathya Sai Speaks, Vol VI, halaman 128)
P : Apa yang dapat diraih oleh Organisasi sebagai sebuah group (kelompok) Swami?
J : Apa yang tidak dapat dipenuhi (dilakukan) secara perseorangan (individual), dapat diraih oleh group atau masyarakat yang baik. Kita menemukan bahwa kehidupan yang penuh dengan sifat sosial memberikan sumbangsih akan peningkatkan kebahagiaan dan upaya yang lebih berdaya guna (tepat guna), bahkan diantara burung dan binatang (buas). Bahkan semut telah belajar keuntungan besar yang didapatkan dari aktifitas group dan organisasi sosial.
Monyet juga hidup dalam group untuk keamanan yang lebih baik dan kehidupan yang lebih menyenangkan (membahagiakan). Melalui rasa persatuan, keinginan untuk berkorban dan kelembutan kasih, semua hal dapat diraih. Jadi Organisasi Sthya Sai Seva harus melangkah didepan dengan semangat yang sepenuh hati dalam lapangan (kegiatan) pelayanan.
(Sanathana Sarathi, Desember 1981)
Seseorang yang berjalan sendirian akan merasa kelelahan dan merasa tidak senang pada akhir 5 mil, tapi, berjalan bersama 10 lainnya sebagai suatu group, dia akan merasakan perjalanan 5 mil yang membahagiakan. Dia sampai dengan segar dan bugar. Kita menemukan sumbangsih kehidupan sosial untuk meningkatkan kebahagiaan dan upaya yang lebih berdaya guna (tepat guna) bahkan diantara burung dan binatang (buas).
(Sanathana Sarathi, Desember 1981, halaman 289)
P : Dengan bagaimanakah Organisasi Sai menguntungkan bagi umat manusia?
J : Tugasnya untuk umat manusia adalah : UNTUK MENANAM BIBIT KEBENARAN, KEBAJIKAN, KEDAMIAN DAN CINTA KASIH DIDALAM HATI, DISIAPKAN UNTUK YANG MENERIMA; UNTUK MEMBANTU PERKEMBANGAN POHON MUDA DAN MENGAWASINYA DENGAN PENUH CINTA DAN MERAWATNYA HINGGA AKHIRNYA MEREKA (POHON MUDA) TUMBUH MENJADI POHON, MENGHASILKAN PANEN BUAH MANIS YANG MELIMPAH; DAN AGAR MEMUNGKINKAN BAGI SEMUA UNTUK BERBAGI JAMUAN MAKANAN YANG MENDUKUNG TERSEBUT. Para guru suci yang telah berhasil dalam budaya yang menguntungkan ini telah menunjukkan alat, dan metode, langkah dan ketergelinciran, pertolongan dan rintangan, yang dapat digunakan manusia untuk dipertimbangkan, pada waktu bertaut (bergelut) dalam tugas ini, dan jutaan memperoleh keuntungan dari nasehat mereka (para guru suci). Tapi, belum pernah sebelumnya, hal ini menjadi sebuah pergerakan dalam bentuk sebuah organisasi yang mana seluruh umat manusia terlibat. Jika tidak dengan cara ini, tidak akan ada kebebasan dari rasa takut, kegelisahan dan ketidak adilan.
(Sanathana Sarathi, Juni 1976, halaman 91)