Jun
18
Comments Off

PETUNJUK BAGI PEKERJA AKTIF DALAM ORGANISASI SRI SATHYA SAI SEVA

Author Ramdas    Category Artikel, Organisasi     Tags

PETUNJUK BAGI PEKERJA AKTIF
DALAM
ORGANISASI SRI SATHYA SAI SEVA

Dari :
Bhagavan Sri Sathya Sai Baba

DAFTAR ISI

I. ORGANISASI SRI SATHYA SAI SEVA
A. Organisasi dan obyeknya
B. Perlunya peraturan dan tata tertib

II. SAI CENTER DAN SAMITHIS (kelompok)
A. Tujuan dan obyek
B. Pekerjaan Sai center
C. Samithis (kelompok)

III. OFFICE-BEARERS
A. Memilih pemimpin
B. Taggung jawab pemimpin eksekutif (pelaksana)

IV. ANGGOTA
A. Kualifikasi (persyaratannya)
B. Tingkah laku dari anggota
C. Tujuan spiritual dari anggota
D. Evaluasi (penilaian) diri (sendiri) oleh anggota

V. SAI – SEVA
A. Sai seva dan para bhakta
B. Kewajiban dari Sai-sevak
C. Tugas, disiplin, bhakti
(i) Tugas
(ii) Disiplin
(iii) Bhakti
D. Mahila Vibhag
E. Penghargaan bagi Sai-Seva

VI. TIGA SAYAP
A. Bal vikas (pendidikan)
(i) Pelajaran bal vikas
(ii) Guru bal vikas
(iii) Anak-anak balvikas

B. Seva Dal

C. Sayap Spiritual
(i) Bhajan
(ii) Nagarsankirtam
(iii) Japa dan meditasi
(iv) Study circle
(v) Kebaikan dari diam

VII. SEMBILAN PEDOMAN PERILAKU
Meditasi dan doa harian
Meditasi Jyoti (cahaya)
Doa

VIII. SEPULUH PRINSIP
Sebagaimana disebutkan oleh Bhagawan pada 23 November 1985

I
ORGANISASI SRI SATHYA SAI SEVA

A. ORGANISASI DAN OBYEKNYA

Pertanyaan (P) : Apakah macam-macam unit yang ada pada organisasi Sathya Sai?
Jawaban (J) : Kita memiliki 5 prinsipal unit (unit utama) dalam organisasi, dan disetiap desa atau kota dimana kita memiliki ke-5 unit ini, disana harus ada unit yang menjadi teladan dan terjadi kerjasama diantara setiap unit. Mereka seperti 5 jari tangan. Jari kelingking adalah Bhajan Mandali, kelompok bhakta yang menyanyikan kemuliaan Tuhan. Tapi mereka seharusnya tidak menjadi bangga bahwa mereka adalah pelopor atau perintis dan pekerja yang utama. Jari manis adalah Bal Vikas. Hati anak-anak yang masih muda dapat diibaratkan sebagai piring emas, sang guru menempelkan permata kebaikan dan ketuhanan. Itulah cincin yang dikenakan oleh jari manis ini. Tapi itu seharusnya tidak membuat Bal Vikas bangga, tidak juga membuat para guru merasa bahwa pekerjaan yang dikerjakan mereka adalah pekerjaan yang paling penting sehingga harus menjadi yang paling dihargai. Rasa persatuan dan kerjasama harus berlaku. Jari tengah adalah Seva Dal, membantu dua unit disatu sisi, dan dua unit yang lain disatu sisinya lagi. Tapi seharusnya tidak membuat kepalanya menjadi besar (sombong) dan menyatakan diri sebagai yang paling tinggi diatas yang lainnya. Jari telunjuk adalah Mahila Vibhag, unit yang terbentuk dari para wanita, yang gunanya untuk kebaikan, keagungan, yang bermanfaat, kebenaran, dll. Mereka juga, seharusnya tidak dipenuhi dengan kesombongan, kecongkakan yang besar. Ibu jari, secara alami, adalah Seva Samhiti, eksekutif (pelaksana) yang menyeluruh, pembimbing dan penjaga, sang penyelenggara dan yang menyediakan. Ibu jari harus bergabung dengan keempat jari yang lainnya sehingga mereka dapat memegang, menggenggam, atau menggerakkan segala sesuatu. Tanpa ibu jari, jari-jari yang lain menjadi tidak berarti. Jadi setiap jari harus merasa bahwa kekuatan ada pada waktu bekerja dengan yang lainnya, dan semua adalah bagian dari satu tangan yang tidak dapat mereka abaikan.
(Sathya Sai Speaks, Vol X, halaman 47)

P : Apa yang menjadi satu-satunya tujuan dari organisasi Sai?
J : SATU-SATUNYA TUJUAN DARI ORGANISASI SAI ADALAH UNTUK MEMBUAT MANUSIA MAMPU MENGETAHUI KETUHANAN YANG BERSEMAYAN DIDALAM DIRINYA, MEMPEROLEH KEPERCAYAAN DIRINYA DAN KEYAKINAN PADA TUHAN. Tenaga dan kekuatan yang diperoleh dari keyakinan dalam diri, dari keyakinan pada Tuhan, akan menjadi kekal dan merupakan pendukung yang abadi. Tujuan dari organisasi Sai adalah untuk membuat orang-orang menjadi sadar lagi akan kebenaran ini dan untuk hidup dalam kesadaran tersebut. Kebenaran (Tuhan) hanya satu. Paramatman yang sama dipanggil dengan nama yang berbeda-beda seperti Rama, Krishna, Christ, Allah, dll. Ini merupakan prinsip utama bagi organisasi Sathya Sai untuk bekerja. Kesatuan dari semua keyakinan merupakan bagian penting yang utama dari Organisasi Sai. Kedelapan belas purana kita, semuanya membicarakan tentang satu tema pokok, dimana kita tidak memiliki hak untuk menyalahkan dan kita tidak memiliki hak untuk mencari-cari kesalahan dengan yang lain. Jangan pernah mempertunjukkan kebencian kehadapan siapapun, Tuhan yang sama bersemayam didalam hati semua mahluk.
(Seva Dal, April 1983, halaman 4)
P : Apakah yang menjadi maksud utama dari organisasi Sathya Sai Seva, Swami?
J : ORGANISASI INI BERMAKSUD UNTUK MELUASKAN CINTAMU (KASIHMU), UNTUK MENYALURKAN KEGIATANMU MELALUI PELAYANAN YANG PENUH DENGAN RASA BHAKTI. Organisasi ini bukan direncanakan untuk memamerkan bhakti, atau mengumpulkan bhakta untuk menyumbangkan uangnya demi pengembangan suatu kegiatan. Organisasi ini dipersembahkan untuk tugas agung yaitu untuk semakin membantu orang-orang untuk menyadari Kenyataan Dirinya dan menyatu didalam-Nya.
(Sathya Sai Speaks, Vol III, halaman 44)
P : Apakah salah satu tujuan dari Organisasi Sai adalah untuk memajukan dan meyebarluaskan nama Sai?
J : Organisasi yang menggunakan nama-Ku tidak dipergunakan untuk mempublikasikan nama-Ku, atau membuat cara pemujaan yang baru diantara para pemuja-Ku (diantara pemuja Tuhan lainnya). Mereka harus berusaha untuk menyebarluaskan daya tarik dalam berjapa, dhyana (meditasi), dan sadhana yang lainnya, yang mana membawa manusia menuju Tuhan; mereka harus mendemonstrasikan (menunjukkan) kebahagiaan yang didapatkan dari bhajan dan namasmarana, shanti (kedamaian) merupakan hasil yang dapat didapatkan dari satsang. Mereka harus memberikan seva kepada yang tidak berdaya, yang sakit, yang dalam keadaan sulit, yang buta huruf dan yang membutuhkan. Seva mereka harus tidak menjadi suatu ajang pertunjukan; seva harus tidak mencari penghargaan atau hasil, tidak bahkan untuk sebuah penghormatan atau terima kasih dari orang yang menerima seva tersebut. Seva adalah sadhana, bukan hiburan atau rekreasi dari orang yang kaya dan yang memiliki kedudukan.
(Sathya Sai Speaks, Vol VI, halaman 128)

P : Apa yang dapat diraih oleh Organisasi sebagai sebuah group (kelompok) Swami?
J : Apa yang tidak dapat dipenuhi (dilakukan) secara perseorangan (individual), dapat diraih oleh group atau masyarakat yang baik. Kita menemukan bahwa kehidupan yang penuh dengan sifat sosial memberikan sumbangsih akan peningkatkan kebahagiaan dan upaya yang lebih berdaya guna (tepat guna), bahkan diantara burung dan binatang (buas). Bahkan semut telah belajar keuntungan besar yang didapatkan dari aktifitas group dan organisasi sosial.
Monyet juga hidup dalam group untuk keamanan yang lebih baik dan kehidupan yang lebih menyenangkan (membahagiakan). Melalui rasa persatuan, keinginan untuk berkorban dan kelembutan kasih, semua hal dapat diraih. Jadi Organisasi Sthya Sai Seva harus melangkah didepan dengan semangat yang sepenuh hati dalam lapangan (kegiatan) pelayanan.
(Sanathana Sarathi, Desember 1981)

Seseorang yang berjalan sendirian akan merasa kelelahan dan merasa tidak senang pada akhir 5 mil, tapi, berjalan bersama 10 lainnya sebagai suatu group, dia akan merasakan perjalanan 5 mil yang membahagiakan. Dia sampai dengan segar dan bugar. Kita menemukan sumbangsih kehidupan sosial untuk meningkatkan kebahagiaan dan upaya yang lebih berdaya guna (tepat guna) bahkan diantara burung dan binatang (buas).
(Sanathana Sarathi, Desember 1981, halaman 289)

P : Dengan bagaimanakah Organisasi Sai menguntungkan bagi umat manusia?
J : Tugasnya untuk umat manusia adalah : UNTUK MENANAM BIBIT KEBENARAN, KEBAJIKAN, KEDAMIAN DAN CINTA KASIH DIDALAM HATI, DISIAPKAN UNTUK YANG MENERIMA; UNTUK MEMBANTU PERKEMBANGAN POHON MUDA DAN MENGAWASINYA DENGAN PENUH CINTA DAN MERAWATNYA HINGGA AKHIRNYA MEREKA (POHON MUDA) TUMBUH MENJADI POHON, MENGHASILKAN PANEN BUAH MANIS YANG MELIMPAH; DAN AGAR MEMUNGKINKAN BAGI SEMUA UNTUK BERBAGI JAMUAN MAKANAN YANG MENDUKUNG TERSEBUT. Para guru suci yang telah berhasil dalam budaya yang menguntungkan ini telah menunjukkan alat, dan metode, langkah dan ketergelinciran, pertolongan dan rintangan, yang dapat digunakan manusia untuk dipertimbangkan, pada waktu bertaut (bergelut) dalam tugas ini, dan jutaan memperoleh keuntungan dari nasehat mereka (para guru suci). Tapi, belum pernah sebelumnya, hal ini menjadi sebuah pergerakan dalam bentuk sebuah organisasi yang mana seluruh umat manusia terlibat. Jika tidak dengan cara ini, tidak akan ada kebebasan dari rasa takut, kegelisahan dan ketidak adilan.
(Sanathana Sarathi, Juni 1976, halaman 91)

Jun
8
Comments Off

Be Smile

Author admin    Category Always Be Cheerful (ABC)     Tags

Because of man’s attachment with the world, he is developing a demoniac nature. Lust and anger are
man’s worst enemies. You should always be full of love with a smile on your face. When you are cheerful, love will come to you on its own. But some people always put on a ‘castor-oil’ (morose) face. Always have a smiling face. God always has a smiling face. He does not have any trace of worry or misery even for a moment.
From Bhagavan’s Valedictory Discourse in Sai Kulwant Hall, Prasanthi Nilayam on 28th July 2007 on the occasion of Sri Sathya Sai World Youth Conference.

Karena keterikatan manusia dengan dunia, ia mengembangkan sifat yg kejam. Nafsu dan amarah adalah musuh terburuk manusia.Engkau harus selalu tersenyum dengan penuh cinta di wajahmu. Ketika engkau ceria, cinta akan datang kepada dirimu. Tetapi beberapa orang selalu memasang wajah murung. Selalu miliki wajah tersenyum :) . Tuhan selalu dengan wajah yang tersenyum. Dia tidak memiliki raut wajah kekhawatiran atau penderitaan walau untuk sejenak.

Wacana Bhagavan di Sai Kulwant Hall, Prasanthi Nilayam pada 28 Juli 2007 pada kesempatan Sri Sathya Sai World Youth Conference.

—-RILEKS–LAUGH–CHEERFUL–LOVE–HAPPINESS—

May
30
Comments Off

Mengenal diri

Author admin    Category See Always Inside (S.A.I)     Tags

“Untuk mengenal diri sejati Tuhan dengan segala keagungan-NYA, orang harus terlebih dahulu masuk ke dalam diri sejatinya karena orang tidak bisa mengenal Tuhan jika ia belum mengenal dirinya sendiri.”
–Baba–

May
23
Comments Off

See Always Inside (1)

Author admin    Category See Always Inside (S.A.I)     Tags

Siapakah Diri? Apakah si aku yang mengatakan “bukan aku”, karena jika ia mengatakan demikian, maka itu adalah diri yang tidak nyata, Diri yang nyata tidak mempunyai pemikiran tentang dirinya sendiri. Aku yang sebenarnya adalah aku yang kerhilangan keakuan-nya, diri yang tidak punya pemikiran (thought) bahkan untuk dirinya sendiri.

Ini adalah Diri yang telah melupakan dirinya sendiri karena entah bagaimana ia mengingat dirinya hanya pada orang lain. Ini adalah Diri yang mencari kebenaran tanpa memikirkan diri sendiri karena kebenaran adalah kebijaksanaan tanpa keakuan. Ini adalah Diri yang hening karena keheningan adalah penghentian diri (si aku) tanpa kata-kata dalam pikiran. Ini adalah meditasi tanpa kata, karena meditasi tanpa kata-kata adalah penghentian pikiran menuju kesatuan dengan Tuhan. Ini adalah Diri yang tidak menghakimi, tidak mengevaluasi, tidak membandingkan, tidak menyalahkan, tidak terpisah, tidak mencari keamanan apapun, bahkan tidak mencari dirinya sendiri.

Ini adalah Diri yang telah menghapuskan dirinya sendiri sepenuhnya, namun dalam gaya aneh dan mistis tidak pernah lebih lengkap, tidak pernah lebih nyata, tidak pernah lebih daripada yang pernah ada.

Tuhan adalah Kasih, Kasih itu tanpa diri (tanpa si aku). Tanpa keakuan adalah penghapusan segala perasaan individual dan keterpisahan, semua pikiran tentang dirimu, semua identifikasi dengan kehidupan tertutup yang palsu yang kemudian disebut sebagai ‘diri’. Diri (si aku) adalah keterpisahan. Keterpisahan adalah penyangkalan terhadap kesatuan. Kesatuan adalah Tuhan. Pengingkaran terhadap Tuhan adalah kefasikan, tanpa Tuhan, ateisme.

Dikutip dari:Surat Bhagavan Sri Sathya Sai Baba kepada para mahasiswa pada hari Janmashtami, 5 Agustus 1974.

May
20
Comments Off

Bhajan

Author admin    Category Sai Teachings     Tags

“Kalian tidak bisa memaksakan bahwa dalam bhajan hanya lagu Sathya Sai saja yang harus dinyanyikan! Kefanatikan yang seperti itu Aku sangat mengutuk dan tidak menyukainya. Kalian memperlihatkan kebodohan kalian tentang kebenaran ketika kalian hanya terikat pada satu nama dan menghindari yang lainnya.”
Sabda Sathya Sai VIII, halaman 75

Apr
28
Comments Off

Manusia dan Kekuatan Magnetis

Author Arya    Category Sai-ence     Tags

Gelombang cahaya dan gelombang listrik ada dalam diri manusia. Kekuatan magnetis merupakan kekuatan terhebat. Kekuatan ini ada di dalam diri manusia dari ujung kepala hingga ke ujung kaki. Inilah yang menyebabkan daya tarik manusia. Semua penjelmaan Tuhan seperti Sri Raama dan Sri Krishna merupakan perwujudan kekuatan magnetis.

Dikutip dari wacana Bhagavan pada perayaan Dasara, 23 Oktober 2001

Apr
26
Comments Off

Sai and Macrocosmos

Author Arya    Category Sai-ence     Tags
Science in Svami’s Discourse

Alam ini adalah perwujudan Tuhan. Engkau harus berusaha mengerti prinsp tatanan alam semesta ini. Bulan terletak ratusan ribu kilometer dari bumi. Matahari berjarak ratusan juta kilometer, sedangkan bintang yang terdekat berjuta-juta kilometer letaknya; dan melampaui semua itu, dalam alam yang lebih jauh lagi yang masih dapat dilihat, masih ada bintang-bintang yang milyaran kali lebih jauh lagi. Bagian jagat raya yang kasat mata ini (bhutaakasha), yang demikian luas, hanya merupakan bagian yang terkecil dari alam halus atau alam mental (chittaakasha). Dalam alam halus ini, alam kasat mata yang kita ketahui hanya bagaikan sebuah atom yang sangat kecil.Akan tetapi alam halus hanya merupakan bagian terkecil dari alam yang jauh lebih luas yang dapat dinyatakan sebagai alam kausal (chidaakasha)… Meskipun demikian, ada prinsip Ketuhanan di luar semua ini mengetasi yang kasat mata, halus,dan kausal. Inilah yang disebut mula dari segala mula (Mahakarana).

Diambil dari wacana Swami pada buku “Intisari Bhagavad Gita” Percakapan II

Mar
12
Comments Off

NIRVANA SATKA

Author admin    Category Uncategorized     Tags

NIRVANA SATKA

Oleh: Adi Sankaracarya


MANOBUDDHYAHANKARA CITTANI NAHAM
NA CA SROTRA JIHVE NA CA GHRANA NETRE
NA CA VYOMA BHUMIRNA TEJO NA VAYUH
CIDANANDA RUPAH SIVOHAM SIVOHAM

Aku bukanlah  pikiran, kecerdasan ataupun ego (ahankara)

Aku bukanlah  telinga, lidah ataupun mata

Aku bukanlah ruang, cahaya maupun udara

Aku adalah Siva, Eksistensi, Pengetahuan dan Kebahagiaan

NA CA PRANASAMJNO NA VAI PANCAVAYUH
NA CA SAPTADHATURNA VA PANCAKOSAH
NA VAK PANIPADAM NA COPASTHA PAYU
CIDANANDA RUPAH SIVOHAM SIVOHAM

Aku bukanlah Praana ataupun kelima jenis udara

Aku bukanlah Saptadhatu (tujuh elemen) ataupun Panca Kosa

Tak pula organ inderia seperti mulut, tangan, kaki;

organ pengeluaran dan pertumbuhan.

Aku adalah Siva, Eksistensi, Pengetahuan dan Kebahagiaan

NA ME DVESARAGAU NA ME LOBHA MOHAU
MADO NAIVA ME NAIVA MATSARYA BHAVAH
NA DHARMO NA CARTHO NA KAMO NA MOKSAH
CIDANANDA RUPAH SIVOHAM SIVOHAM

Aku tidak punya rasa benci atau cinta, keserakahan atau keterikatan

Aku tak punya kesombongan atau kecemburuan

Aku bukan Dharma, Artha, Kama dan Moskha (Empat Tujuan Hidup)

Aku adalah Siva, Eksistensi, Pengetahuan dan Kebahagiaan

NA PUNYAM NA PAPAM NA SAUKHYAM NA DUKHAM
NA MANTRO NA TIRTHAM NA VEDA NA YAJNAH
AHAM BHOJANAM NAIVA BHOJYAM NABHOKTA
CIDANANDA RUPAH SIVOHAM SIVOHAM

Aku tidak punya pahala atau dosa, kesenangan atau derita

Aku bukanlah air atau mantra suci

Aku bukanlah Veda ataupun Yajna

Aku bukanlah yang memakan, yang dimakan, ataupun kegiatan memakan

Aku adalah Siva, Eksistensi, Pengetahuan dan Kebahagiaan

NA MRTYURNA SANKA NA ME JATI BEDHAH
PITANAIVA ME NAIVA MATA NA JANMA
NA BANDHURNA MITRAM GURURNAIVA SISYAH
CIDANANDA RUPAH SIVOHAM SIVOHAM

Aku tak punya ketakutan akan kematian, tidak memiliki pembagian kasta dan keyakinan

Aku tidak punya kelahiran dan orang tua

tidak memiliki saudara ataupun teman, tak juga punya Guru atau murid

Aku adalah Siva, Eksistensi, Pengetahuan dan Kebahagiaan

AHAM NIRVIKALPO NIRAKARA RUPO
VIBHUTVACCA SARVATRA SARVENDRIYANAM
NA VA SANGATAM NAIVA MUKTIRNA BANDHAH
CIDANANDA RUPAH SIVOHAM SIVOHAM

Aku adalah Kebahagian Brahman

Sempurna, murni, tak bernoda, abstrak, tak bergerak, Realitas kekal yang melampaui inderia

Aku ada selamanya, tak dibatasi oleh ruang; Aku tidak bebas tak pula terikat

Aku adalah Siva, Eksistensi, Pengetahuan dan Kebahagiaan

Katagori

Meta